PC Sering Mati

Komputer Mati Hanya Beberapa Menit Setelah Start

Komputer mati sesaat setelah start adalah kerusakan komputer yang sangat banyak dialami oleh kita semua sebagai pengguna komputer. Dalam beberapa kasus, ada kalanya meninggalkan pesan pada layar biru dan ada kalanya dia pergi begitu saja tanpa pesan. Masalahnya adalah kalaupun dia meninggalkan pesan pada layar biru adakalanya pesan itu sangat singkat dan jika bisa dibacapun sangat sulit untuk dimengerti maksudnya. Itulah sebabnya ada yang menyebutnya bahasa alien. Secara logika ada dua penyebabnya yaitu entah kerusakan hardware komputer atau kerusakan software. Dari kedua bagian inipun masing-masing terbagi-bagi misalnya hardware masih terbagi adas beberapa bagian komponen perangkat keras dan software masih terbagi dalam sistem operasi dan driver dan program aplikasi. Penangan terhadap penyebab ini memerlukan penanganan yang sangat berbeda. Jika penyebabnya hardware maka memerlukan tidakan mekanik dan jika penyebabnya software pemeriksaannya akan jauh lebih kompleks.
Walaupun masalah ini agak luas untuk dipahami, saya mencoba untuk mengelompkkan agar lebih mudah dipahami dan mencari jalan keluarnya.

  1. Permasalahan hardware. Ada kerusakan hardware yang bisa menyebabkan komputer langsung mati dan lumpuh. Processor, memory, power supply, maiboard paling sering membuat komputer mati total alias tak ada tampilan jika mengalami kerusakan. Dalam kasus yang sering saya hadapi, kasus Komputer Mati Hanya Beberapa Menit Setelah Start paling sering terjadi penyebabnya adalah Processor yang kepanasan. Ini disebabkan oleh kipas pendingin tidak jalan atau tidak maksimal. Bisa juga disebabkan oleh aluminium pendinginnya sangat berdebu sehingga angin dari kipas pendingin.
  2. Permasalahan Pada BIOS. Jika pernah mati lampu ketika komputer sedang digunakan maka besar kemungkinan bisa mengacaukan BIOS dan sesudah itu muncullah masalah diatas (walaupun ini jarang terjadi). Overclock processor pada BIOS untuk mendongkrak kinerja processor yang membabi buta bisa juga jadi masalah ketika processor tidak lagi mampu menangani permintaan tersebut. Jika ini penyebabnya maka start up komputer hanya sampai pada POST test lalu mati lagi (tidak sampai pada loading windows).
  3. Permasalahan sistem operasi. Ketika beberapa file sistem operasi mengalami kerusakan atau korup, bisa juga jadi penyebabnya. Ini biasa terjadi ketika meng-upgrade sistem operasi dan tidak selesai dengan sempurna. Bisa juga terjadi ketika sistem operasi sudah terlalu lama digunakan dan tidak pernah diatur ulang alias defrag.
  4. Permasalahan driver. Driver perangkat keras yang sudah tidak sesuai dengan sistem operasi bisa juga jadi penyebabnya. Atau sebaliknya bisa terjadi ketika mengupgrade driver dan tidak jalan dengan sempurna. Perlu dipahami bahwa perangkat keras komputer agar bisa bekerjasama dengan sistem operasi maka perangkat tersebut mempunyai perantara yang namanya driver.
  5. Kemungkinan oleh virus. Walaupun tidak semua virus mempunyai kasus yang sama, tetapi saya pernah mengalami ini ketika masih awam soal virus. Ketika komputer saya diserang virus saya hanya bisa restart komputer dua kali secara normal dan sesudahnya tidak bisa lagi jalan sempurna dan kasus seperti diatas saya alami secara berulang-ulang pada kesempatan berikutnya.

Saya pikir jika salah satu diantara masalah diatas kita alami, maka sudah bisa dipikirkan tindakan apa yang akan diambil untuk mengatasinya, kecuali jika kita masih sangat awam soal perbaikan komputer. Pembahasan lebih detail lengkap tentang hal seperti ini ada dalam ebook “MERAKIT, MERAWAT DAN MEMPERBAIKI KOMPUTER”

1.1. Tidak bisa hidup

  • Bila lampu indikator pada main unit mati, periksa hubungan kabel power, kondisi kabel power, stavol atau UPS dengan cara mencoba menghubungkan pada monitor.
  • Selanjutnya perhatikan kinerja power supply, kemungkinan kerusakan pada saklar on/off sangat kecil, namun tidak ada salahnya periksa juga tombol tersebut. Jika tidak ada masalah, maka kemungkinan lain yaitu pada Mainboard -nya.
  • Coba anda lepas kabel power kemudian pasang kembali dan coba hidupkan komputer. Perhatikan setiap tanda-tanda power supply bekerja walau sejenak misalnya fan yang bekerja saat kabel power ditancapkan atau saat mencoba menekan tombol on/off pertama kali. Jika terdapat tanda-tanda tersebut, maka power supply masih bekerja.
  • Lanjutkan dengan memeriksa mainboard. Coba periksa kemungkinan pemasangan komponen yang kurang benar, temtama komponen SIMM RAM dan mikroprosesor. Bila perlu bisa mencoba mengganti komponen tersebut untuk memastikan bahwa kerusakan ada pada mainboard atau kedua komponen tersebut.

1.1.2. Hidup tapi tidak ada tampilan .

  • Jika pada saat menghidupkan komputer dan setelah power supply bekerja dengan baik temyata tidak ada tampilan apapun dilayar monitor, perhatikan adakah bunyi tertentu saat komputer dihidupkan seperti bunyi bip dengan panjang dan jarak tertentu. Jika tidak ada. maka kemungkinan kerusakan ada pada rangkaian mainboard, mikroprosesor, memory RAM atau ROM BIOS.
  • Selanjutnya, apakah bunyi tersebut sama seperti kerusakan pada display adapter Atau bip yang terdengar adalah panjang dan terus-menerus, maka kerusakannya ada pada SIMM RAM. Oleh sebab itu bisa mencoba menukarkannya dengan SIMM RAM yang lain.
  • Saat POST-ing ada tampilan tetapi saat akan memasuki jendela System Operasi tampilan hilang. Periksa CPU Speed pada Advance Menu dalam Setup BIOS apakah sesuai atau tidak. Pengaturan CPU Speed yang tidak sesuai/melebihi nilai nominalnya, menyebakan masalah ini timbul. Perbaiki jika ada perubahan.
  • Jika langkah di atas tidak menyelesaikan masalah, maka kemungkinan CPU rusak. Cobalah ganti dengan CPU yang lain untuk memastikan.
  • Kasus di atas dapat juga disebabkan oleh Kerusakan pada Hard Disk terutama kerusakan regulator Hard disk. Jika ini terjadi maka yang menyala hanya hanya LED indikator power, sedangkan pada layar tidak akan ada tampilan sama sekali.
  • Kemungkinan lain ada pada Monitor (akan dibahas pada bagian berikut).

1.1.3. Setup CMOS tidak tersimpan

  • Untuk kondisi dimana setiap kali menghidupkan komputer, harus terlebih dahulu melakukan setup BIOS/CMOS, cobalah ganti baterai CMOS pada mainboard. Lalu lakukan setup konfugurasi pada CMOS.
  • Coba juga mereset BIOS kembali ke keadaan default

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s